Pertama Kenal Cinta
Suara berisik sepeda motor yang sedikit demi sedikit memenuhi tempat parkir sekolahku. Kuparkir motorku di dekat pintu keluar agar ketika pulang aku tak repot-repot mengeluarkanya. Baru beberapa langkah aku meninggalkam motorku, Aku di protes oleh seorang cewek yang akan memarkirkan motornya.
"Kalau parkir jangan disitu dong! Motormu menghalangi yang lain"
Protesnya.
"Aku datang lebih dulu ya terserah akulah"
Balasku.
"Yaudah, motormu geser dikit lah biar aku bisa parkir!"
Suruhnya.
Ku geser sedikit motorku lalu aku pergi ke kelas. Dari jarak yang lumayan jauh kulihat dia melepas helm dan maskernya yang membuat paras cantiknya terlihat jelas. Seketika aku merasa menyesal atas tadi yang kukatakan padanya dan kenapa tadi tak kutanyakan siapa namanya. Memang bukan pertemuan yang baik tapi itulah awal dari kisahku.
Namaku Bagus, Aku duduk dibangku kelas XII IPS I. Aku merupakan anak yang lumayan pandai dikelas. Aku punya teman yang sangat akrab denganku yang bernama Adi. Adi adalah teman yang baik. Dari Adi juga aku mengetahui siapa cewek yang tadi. Nama cewek itu adalah Ifa.
Ifa adalah anak kelas X IPS II. Nama lengkapnya Ifa ramadhani. Dia adalah adik kelas Adi saat masih SMP. Adi bilang rumahnya ada di belakang pasar. Ibunya berjualan baju sementara ayahnya berjualan daging di pasar. Adi juga memberiku nomor WhatsAppnya. Meskipun dia belum sempat ku hubungi.
Sabtu malam 28 April 2018. Hari itu merupakan hari dimana aku pertama kali Aku menghubunginya. Sengaja kuhilangkan foto profilku agar dia tidak mengenaliku. Ternyata dia sudah mengenaliku karena Adi sudah menceritakan diriku padanya. Dia orang yang asyik saat di ajak berkirim pesan denganku. Sehingga timbul rasa nyaman dihatiku. Tak terasa sudah larut malam aku berkirim pesan denganya. Ku ucapkan selamat malam dan sampai bertemu lagi.
Hari senin, Hari itu aku berangkat kesekolah dan memarkirkan sepeda motorku di tempat yang sama saat ku bertemu pertama kali dengan Ifa. Berharap agar aku dapat bertemu denganya, tapi ternyata dia sedang memarkir motornya di dekat pintu masuk. Dia melihatku sambil tersenyum. Dilapangan beberapa siswa sudah berbaris untuk melakukan upacara. Akupun bergegas menaruh tas dan pergi ke lapangan. Saat upacara diumumkan bahwa UAS akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Biasanya banyak tugas yang harus dikumpulkan sebelum UAS.
Bel pulang pun berbunyi. Aku pulang dengan membawa banyak tugas dari guru-guru yang harus dikumpulkan sebelum UAS. Rasanya risih ketika tugas menumpuk seperti ini. Di saat perjalanan pulang aku berpapasan dengan Ifa. Dia duduk di depan rumah dan sudah tidak memakai seragam sekolah. Mungkin dia pulang pagi atau sedang izin.
Sesampai dirumah ku buka HP ku dan ku tanyakan pada Ifa. Kenapa tadi pulang lebih dulu. Dia bilang dia sedang tidak enak badan. Belum sempat kujawab, Dia menyuruhku datang kerumahnya untuk membantunya menyelesaikan tugas. Akupun berangkat kerumahnya dengan perasaan senang.
Sesampai dirumah Ifa, aku disambut oleh bapak Ifa
"Temanya Ifa ya?"
Tanya bapak Ifa.
"Iya, pak"
Jawabku.
"Silakan masuk dik! dia ada tuh."
Suruhnya padaku.
Aku masuk ke rumah Ifa dan ifa langsung menyodorkan tugasnya kepadaku sambil senyum.
"Bantu aku ya kak!"
Ucapnya.
"Iya deh"
Kataku.
Karena tugas Ifa terlalu banyak, aku dan Ifa tidak langsung menyelesaikanya. Karena sudah Sore akupun pamit pulang dan kubawa beberapa tugas Ifa untuk Kukerjakan di rumah.
Dalam 2 minggu aku membantu Ifa mengerjakan tugas-tugasnya sehingga beberapa tugasku belum ku kumpulkan. Beberapa guru memarahiku dan menghukumku. Tapi yang penting aku bisa dekat dengan Ifa.
Ketika UAS berlangsung aku sama sekali tak berhubungan dengan Ifa karena masing-masing dari kami sibuk belajar. Di hari terakhir UAS aku di beri saran oleh adi untuk segera mengungkapkan cinta kepada Ifa. Aku bingung bagaimana cara mengungkapkanya. Karena aku belum pernah melakukanya.
Hari minggu aku menghubunginya dan mengajaknya bertemu di taman kota. Di situ aku berencana mengungkapkan cintaku padanya. Ternyata dia mau dan hatiku merasa senang. Aku segera mandi, ganti baju, dan berangkat.
Sesampai di taman aku melihat dia sudah duduk di bangku yang panjang. Aku menghampirinya dan menyapanya.
"Hai!"
Ucapku.
"Iya"
Balasnya.
"kenapa kamu ngajak aku kesini?"
Tanyanya.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu"
Jawabku
"Apa?"
Tanyanya lagi.
"Aku mencintaimu."
Ucapku dengan gugup.
"Iya"
Balasnya sambil tersenyum. Dia memegang tanganku dan mengajakku jalan-jalan di sekitar taman. Haripun sudah mulai gelap, ku antarkan dia pulang. Aku juga pulang dengan perasaan yang sangat senang.
Keesokan harinya tepatnya hari senin. Seperti biasa aku berangkat sekolah. Karena UAS sudah selesai jadi tidak ada upacara dan aku langsung masuk ke kelas. Ku kerjakan kembali tugas-tugasku yang belum ku kumpulkan.
Setelah selesai dengan tugas-tugasku aku mengobrol dengan teman-temanku. Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku. Kulihat kebelakang ternyata dia Ifa. Tanpa sepatah kata dia memberiku Jam tangan dan langsung pergi. Serentak teman-temanku bersorak
"Ciee."
Aku hanya bisa tersenyum karena itu.
Bel istirahat pun berbunyi, ada 3 orang yang masuk ke kelasku. Satu dari orang itu mencekik leher dan memukulku. Teman-temanku hanya diam.
"Ada apa ini?"
Tanyaku.
"Kamu sudah berani deket-deket dengan Ifa. Rasakan ini!"
Jawabnya sambil membentak.
"Kamu siapanya?"
Tanyaku lagi.
Dia tidak menjawab dan langsung memukulku. Kulepaskan cekikanya dan kubalas pukulanya. Kupukul dia berkali-kali hingga hidungnya berdarah. Kamipun jual beli pukulan. Tiba-tiba seorang guru melerai kami. Kamipun di seret ke ruang BK.
Di ruang BK, guru juga telah memanggil Ifa. Saat itu aku tahu bahwa yang memukuliku adalah mantan pacarnya Ifa. Namanya Rendi dia kelas XII IPS II. Aku di jatuhi hukuman skorsing 7 hari dan Rendi terancam di keluarkan dari sekolah karena memang rendi yang mukul duluan. Tapi karena Rendi sudah kelas XII dan hampir lulus maka dia tidak jadi di keluarkan. Begitu masalah selesai aku dan rendi sepakat untuk berdamai.
Sampai dirumah aku dimarahi orang tuaku. Tapi sekarang mereka sudah memaafkanku dan menganggap itu hanya kesalahan yang biasa terjadi. Hubunganku dengan Ifa juga baik-baik saja dan kami juga sering ketemu.
Bagus Satriyo.
Xl AK.A